edukasijogjaherbalalamijamujamuemponemponjamugodhogjamugodhogkhasjogjajamuherbaljamujogjajamumerapijamurempahjamuslemanKhasiat JamuMerapifarmaherbaloleholehjogjaOutboundPraktek JamuUncategorizedwarisanjogjawarisanleluhurWisata

SECANG

Secang dikenal masyarakat sebagai salah satu minuman yaitu wedang secang.  Wedang secang pada mulanya adalah minuman favorit raja-raja di keraton Yogyakarta dan Majapahit.  Tetapi sekarang wedang secang sudah dikenal oleh masyarakat luas.  Wedang secang adalah minuman dengan berbahan dasar kayu secang yang dikombinasikan atau diramu dengan rempah-rempah lain seperti cabe jawa, kemukus, kapulaga, jahe, sereh, kayu manis, gula batu dll.  Kayu secang tersebutlah yang memberikan warna merah pada minuman tersebut.

Secang memiliki nama ilmiah (Caesalpinia Sappan L) adalah tanaman perdu suku polong-polongan. Secang yang dimanfaatkan adalah kulit kayu dan kayunya sebagai salah satu komoditas perdagangan rempah.

Pohon secang bisa tumbuh hingga 10 m.  Batang secang memiliki tonjolan-tonjolan yang berduri dengan batang berwarna coklat ke abu-abuan.  Batang memiliki duri yang berbentuk melengkung ke bawah.  Secang memiliki daun majemuk yang menyirip ganda dengan ukuran yang kecil dan mudah gugur.

Pohon secang banyak ditanam sebagai tanaman pagar, biasanya tumbuh di pegunungan berbatu pada daerah yang tidak terlalu dingin. Cara memanen pohon secang dengan cara memotong cabang yang cukup tua. Cabang pohon secang biasanya dipotong-potong dengan ukuran kurang lebih 10 cm, diambil kulitnya, dicuci, ditiriskan, lalu dijemur hingga kering sebelum diolah. Selain kulitnya yang dimanfaatkana adalah batangnya.  Batang kayu secang dapat dibelah lalu diserut atau batang di belah menjadi ukuran yang lebih kecil kurang lebih panjang 10cm dan lebar 1 – 2 cm.  Kering atau belumya kayu secang dapat ditandai dengan semakin kerasnya kayu.

Manfaat kayu secang di dalam masyarakat biasanya dimanfaatkan untuk pewarna alami, ramua obat, minuman hingga perkakas rumah tangga.  Kandungan utama kayu secang adalah brazilin yaitu zat warna merah-sappan, asam tanat dan asam galat.  Brazilin dari kayu secang bersifat antioksidan, antibakteri, antiinflmasi, anti pothotoaging, hypoglycemic, vasorelaxant, hepatoprotective, anti jerawat, anti tumor, antivirus dan bersifat immunostimulan.

Pada 2013, tim mahasiswa Fakultas Farmasi UGM meneliti kayu secang sebagai agen antiosteoporosis non-genoktosik pada wanita menopause, dalam penelitian berjudul “Pengembangan Kayu Secang (Caesalpinia sappan L) sebagai Agen Antiosteoporosis yang Non-Genoktosik pada Wanita Post-Menstrual”.Hasil penelitian para peneliti itu memperlihatkan pemanfaatan kayu secang yang mengandung flavonoid sebagai kearifan lokal asli Indonesia bisa dijadikan solusi mengatasi osteoporosis pada wanita post-menstrual yang efektif dan aman

Manfaat kayu secang untuk kesehatan

1.Mengatasi diare

Kayu secang bersifat antidiare yang jika direbus selama 20 menit menghasilkan tanin 0.137% yang diduga sebagai anti diare.

2. Mengatasi infeksi kulit dan jerawat

Ekstrak serutan kayu secang dianggap dapat mengatasi infeksi kulit dan jerawat karena telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan beberapa bakteri.

3.Membantu mengatasi asam urat dan rheumatik

Kayu secang mengandung resin, resorsin, brazilin, d-alfa phallandrne, oscimenen, dan minyak asiri. Senyawa aktif dalam kayu secang mampu menghambat produksi asam urat dalam tubuh.  Selain itu, senyawa aktif kayu secang juga dipercaya mampu meredakan rematik dan pembengkakan.

4.Meningkatkan imunitas tubuh 

Kayu secang memiliki kandungan antiokasidan bersifat immunostimulan sehingga bagus untuk meningkatkan imunitas tubuh.

5. Diabetes 

Kayu secang juga ampuh meredakan penyakit diabetes. Hal ini disebabkan, kayu secang mengandung senyawa brazilin yang mampu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.

6. Meredakan radang tenggorokan

Ekstrak serutan kayu secang dianggap dapat mengatasi radang tenggorokan karena telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri Strepcococus alpha. Bakteri Strepcococus alpha dapat hidup pada kulit dan tenggorokan manusia. Ketika bakteri ini menyebabkan infeksi, penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung, baik dengan sentuhan kulit, lendir, maupun luka.

7. Menjaga kesehatan organ hati

Selain khasiat yang banyak, keamanan dari ekstrak kayu secang juga sudah terbukti. Tapi, sebaiknya penggunaan kayu secang tidak dilakukan oleh ibu hamil dan pasien yang mengkonsumsi obat yang dapat menghambat pembekuan darah.

Jika secang akan digunakan untuk pengobatan bahkan dengan dicampur dengan rempah-rempah lainnya sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada ahlinya. (CR.MFH)