edukasijogjaherbalalamijamujamuemponemponjamugodhogjamugodhogkhasjogjajamuherbaljamujogjajamumerapijamurempahjamuslemankesehatankesehatan masyarakatkesehatanumumKhasiat JamuMerapifarmaherbaloleholehjogjaOutboundpenyakitPraktek JamuUncategorizedwarisanjogjawarisanleluhurWisata

Menopause

Menopause

Menopause indentik dengan wanita yang sudah berumur.  Menopause merupakan masa baru di kehidupan seksual seorang perempuan yang di tandai dengan berhentinya siklus mentruasi atau haid.  Menopause buka sebuah penyakit tetapi hal yang alami yaitu masa transisi perempuan dari masa reproduksi ke masa tidak reproduksi.  Perempuan di Indonesia sebagian mengalami menopause pada usia 40 – 55 tahun.  Tapi tidak ada cara untuk memprediski karna nantinya setiap perempuan akan menopause pada umur yang berbeda-beda setiap orangnya.

Siklus haid pada usia produktif dipengaruhi oleh hormon estrogen yang diproduksi kelenjar pada indung telur (ovarium).  Pada perempuan dengan usia 40 -55 tahun, sel-sel organ pada ovarium mulai mengalami penuaan dan hormon estrogen tidak lagi diproduksi sehingga secara otomatis siklus haid pun juga akan berhenti.  Diagnosa menopause dapat dilakukan apabila seorang perempuan tidak mengalami siklus haid selama 1 tahun atau 12 bulan secara berturut-turut.

 

Gejala

Gejala menopause yang dapat dirasakan antara lain :

  1. Gangguan dalam tidur / sulit tidur
  2. Nyeri kepala
  3. Dada berdebar
  4. Vagina mengalami kekeringan sehingga nyeri ketika berhubungan intim
  5. Gairah seks menurun
  6. Perubahan mood (mudah tersinggung)
  7. Tubuh terasa panas ketika malam hari karena pembuluh darah di bawah kulit mulai melebar

dll

Gejala tersebut sebenarnya hanya gejala atau keluhan yang bersifat sementara. Kalian perlu mewaspadai gejala menopause yang sifatnya jangkang panjang antara lain timbulnya penyakit jantung, pikun, kanker usus, osteoporosis.  Mental dalam menghadapi menopause juga perlu di perhatikan seperti perasaan murung, mudah tersinggung, kecemasan, bahkan hingga depresi.

 

Pengobatan dan pencegahan

Menopause tidak dapat diobati ataupun dicegah karena itu merupakan proses alami seorang perempuan.  Namun, lebih kepada upaya untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan dari menopause, antara lain :

  1. Pola hidup sehat ( mengkonsumsi makanan yang kaya akan kalsium)
  2. Olahraga teratur ( aktivitas fisik yang teratur dapat menurunkan berat badan, memperbaiki kualitas tidur, menguatkan tulang dan memperbaiki mood)
  3. Mengelola stress
  4. Memberikan hormon pengganti untuk memulihkan sel-sel yang telah mengalami kemunduran
  5. Hubungan intim yang teratur, sehingga membuat organ seksual tetap peka terhadap rangsangan dan berfungsi dengan baik.

dll

Ketika seorang perempuan sedang mengalami fase menopause, peran suami juga diperlukan guna memberikan semangat secara psikis salah satunya dengan mencoba mengerti keadaan pasangannya.  Tetap membangun rasa kemesraan dan kasih sayang demi kebahagiaan bersama.  Karena dorongan moral sangat penting dan sangat efektif bagi pemulihan kondisi psikologisnya.