Uncategorized

KISTA

Apa itu Kista?
Kista sudah tidak asing lagi kita dengar di zaman sekarang.  Banyak kasus yang kita jumpai dengan berbagai macam kista.  Kista adalah benjolan di bawah kulit yang berisi cairan, udara, atau zat padat seperti rambut.  Benjolan ini dapat tumbuh di bagian tubuh mana pun dan menimbulkan nyeri.  Ukuran kista beragam, ada yang kecil dan hanya bisa dilihat melalui mikroskop, ada juga yang berukuran sangat besar.

Penyakit ini dapat menyerang siapapun tanpa pandang gender atau usia. Kista pada wanita biasa muncul pada ovarium, kulit, payudara, dan organ lain. Sementara pada pria dapat mengalami kista ginjal, kista hati, kista saluran kemih dan masih banyak lagi.

Kista dikategorikan sebagai tumor jinak yang tidak berbahaya. Namun, adanya kista pada tubuh dapat menimbulkan ketidaknyamanan bahkan rasa sakit. Selain itu kista juga dapat berpotensi berubah menjadi sebuah tumor ganas. Dengan demikian diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai penyakit kista.

I. PENYEBAB
Penyebab penyakit kista yang utama adalah adanya kondisi penyumbatan yang mengakibatkan penumpukan cairan atau udara. Penyebab lain dari kista antara lain :
– Kondisi genetik
– Tumor
– Infeksi
– Kelainan pada perkembangan embrio
– Cacat pada sel
– Kondisi inflamasi kronis
– Parasit

II. GEJALA
Gejala utama kista adalah benjolan yang tumbuh pada bagian tubuh tertentu, yang letaknya tergantung kepada jenis kista yang dialami, gejala yang lain yaitu :
– Kemerahan di kulit sekitar area kista
– Zat kental, kuning, berbau busuk yang kadang keluar dari benjolan
– Infeksi yang memicu nyeri pada kista
– Kaku atau kesemutan, terutama pada bagian tubuh yang ditumbuhi kista
– Mual dan muntah
– Demam
– Pusing
– Nyeri menyebar ke bagiana tubuh lainnya

III. DIAGNOSIS
Dikutip dari hallosehat.com ada beberapa diagnosis, antara lain :
– Kadang benjolan dapat terasa dengan mudah oleh dokter, terutama jika benjolan terletak di kulit atau pada organ yang mudah terdeteksi.
– Teknik imaging sangat berguna untuk mendeteksi benjolan, seperti ultrasound, X-ray, CAT scans dan MRI.
– Biopsi jarum kadang digunakan untuk menentukan apabila jaringan ganas terkait dengan struktur yang seperti benjolan, biopsi juga dapat digunakan untuk mengurangi ukuran benjolan.
– Untuk kista ovarium, terkadang terdapat kekhawatiran bisa menyebabkan kanker, dokter akan mempersiapkan tes darah untuk melihat kadar tinggi zat kimia yang mengindikasi kanker indung telur.