Uncategorized

Kesehatan Jantung

Akhir-akhir ini sering kita mendengar kabar orang meninggal akibat serangan jantung.  Dimana mereka meninggal ketika tidur dan pagi buta.  Kenapa itu semua bisa terjadi? Padahal mereka yang meninggal dunia tersebut termasuk orang yang rajin berolahraga dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung.  Lalu kenapa semua itu bisa terjadi?

Serangan jantung kerap terjadi secara mendadak dan bisa menimpa siapa saja tanpa pandang bulu. Waktu serangannya pun dapat terjadi kapan saja, termasuk saat tertidur lelap. Terkadang serangan jantung datang tanpa ada gejala, meskipun ada terkadang mereka tidak menyadarinya, itu akan menjadi lebih berbahaya, dan lebih cenderung mengabaikannya.  Kadang orang merasa sehat dan percaya diri, rajin olahraga dan menjaga pola makan. Tetapi sayang, mereka tidak pernah periksa kesehatan. Jadi, dia tidak tahu ada masalah yang mengganggu kesehatan jantung, misalnya saja kolesterol tinggi.

Seseorang merasa dirinya sudah menerapkan pola makan sehat.  Tetapi kolesterol bisa saja dialami secara diam-diam, tanpa ada gejala. Seseorang yang punya kolesterol tinggi dapat membuat plak terbentuk, lantas mengakibatkan penyempitan pembuluh jantung. Alhasil, potensi serangan jantung bisa terjadi. Meskipun seseorang rajin berolahraga, pola makan teratur itu tidak menjadi jaminan seseorang memiliki kondisi kolesterol dan hipertensi tinggi serta penyempitan pembuluh jantung.

Dikutip dari halodoc.com ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terkena serangan jantung diusia muda selaian hipertensi dan kolesterol tinggi, antara lain :

1. Gaya Hidup Sedentary

Sedentary lifestyle atau gaya hidup yang tidak aktif secara fisik, juga menjadi biang keladi penyakit jantung di usia muda. Mau bukti? Simaklah riset dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health, yang berujdul “Sedentary Behaviors Increase Risk of Cardiovascular Disease Mortality in Men

Hasil studi tersebut mengatakan, laki-laki yang mengendari mobil lebih dari 10 jam/minggu, atau aktivitas serupa (terlalu banyak duduk, atau tidak aktif secara fisik) lebih dari 23 jam/minggu, memiliki risiko 82 persen dan 64 persen lebih besar meninggal akibat penyakit kardiovaskular.

2. Obesitas

Sering mengonsumsi junk food, makan dalam porsi berlebihan, dan malas berolahraga? Hmm, bagi kamu yang masih melakukan kebiasaan di atas, rasanya perlu harap-harap cemas. Pasalnya, kebiasaan di atas bisa memicu obestas hingga meningkatkan risiko penyakit jantung di usia muda. Lho, kok bisa?

Menurut ahi di Penn Medicine – University of Pennsylvania, ada tiga hal yang bisa menghubungankan obesitas dengan penyakit jantung. Pertama, kenaikan kolesterol. Obesitas bisa memicu meningkatkan kolesterol jahat dan trigliserida.

Kedua, obesitas bisa memicu tekanan darah tinggi. Seperti penjelasan di atas, hipertensi bisa memicu berbagai penyakit kardiovaskular. Ketiga, obesitas bisa meningkatkan risiko diabetes. Menurut ahli di American Heart Association, setidaknya 68 persen orang yang berusia di atas 65 tahun yang mengidap diabetes juga mengidap penyakit jantung.

3. Rokok dan Konsumsi Alkohol

Selain empat hal di atas, penyebab penyakit jantung di usia muda juga bisa disebabkan oleh kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol. Menurut banyak penelitian, kedua hal ini bisa meningkatkan penyakit jantung. Rokok bisa merusak lapisan arteri, menebalkan arteri, dan meningkatkan penumpukan lemak serta plak. Kondisi inilah yang nantinya bisa menghambat aliran darah di sepanjang arteri. Konsumsi alkohol yang berlebihan juga mesti diwaspadai. Kebiasaan keliru ini bisa merusal liver, meningkatkan risiko hipertensi, serangan jantung, dan gagal jantung.

 

Jadi jangan percaya diri dulu kalian memiliki badan yang sehat karna rajin berolahraga dan pola makan sehat, lebih baiknya kalian melakukan medical cek up.  Sehingga kalian juga bisa menyesuaikan olahraga apa yang cocok untuk kondisi tubuh kalian.