Uncategorized

Tanaman berbau kambing yang berkhasiat (Bandotan)

Bagi petani dan masyarakat yang hidup di perkampungan, tumbuhan bandotan sudah tidak asing lagi.  Tumbuhan bandotan mudah ditemui di pekarangan rumah, tepi jalan, tanggul, atau pun saluran-saluran air. Tanaman bandotan termasuk tanaman liar, sehingga bandotan dikenal sebagai gulma dan tidak disukai oleh petani. Bandotan mempunyai nama latin Ageratum Conyzoides Linn.  Nama bandotan itu merujuk pada bau yang tidak sedap yang dikeluarkan daunnya ketika layu dan membusuk, menyerupai bau kambing.
Dikutip dari balittra.litbang.pertanian.go.id bandotan dapat digunakan sebagai pupuk organik dan bahan insektisida nabati. Selain itu bandotan dapat digunakan sebagai obat, pestisida, herbisida bahkan pupuk nabati yang dapat meningkatkan hasil produksi pertanian.
Di daerah lain bandotan disebut juga bebandotan, wedus-wedusan, rumput balam dll

Tanaman bandotan memiliki batang tegak dan ditumbuhi bulu-bulu halus. Batang berakar pada bagian yang menyentuh tanah. Batang bandotan biasanya bercabang dengan satu atau banyak kuntum bunga majemuk yang terletak diujung yang berwarna putih ungu.
Daun bandotan bentuknya lonjong seperti telur hingga seperti belah ketupat. Panjang daun bandotan sekitar 2 – 10 cm dan lebarnya 0,5 – 5 cm. Bagian pinggir daun bergerigi dan punya bulu-bulu putih halus di sekelilingnya. Tangkai daun bandotan sekitar 0,5 – 5 cm, yang tumbuh berselingan atau berhadapan. Bila digerus, daun ini akan mengeluarkan aroma mirip bau kambing jantan.

Manfaat Tanaman Bandotan

Bandotan secara luas digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai belahan dunia, walaupun cara penggunaannya mungkin berbeda-beda. Berikut adalah sejumlah cara penggunaan tradisional dari tanaman bandotan di beberapa negeri.
1. Afrika Tengah
Bandotan digunakan untuk mengobati pneumonia, tapi paling sering untuk menyembuhkan luka dan luka bakar.
2. India
Bandotan digunakan untuk membunuh bakteri (bakterisida), mengobati disentri (kemampuan anti-disentri), dan mengobati pembentukan endapan keras (seperti batu ginjal) dalam tubuh (kemampuan anti-litik).
3. Asia, Amerika Selatan, dan Afrika pada umumnya
Ekstrak air dari bandotan digunakan untuk membunuh bakteri.
4. Kamerun dan Kongo,
Bandotan digunakan untuk mengatasi demam, rematik, sakit kepala, dan kolik.
5. Réunion (pulau di Samudra Hindia)
Seluruh bagian tanaman bandotan digunakan untuk mengobati disentri.
6. Brasil
Ekstrak air dari seluruh tanaman atau daun bandotan digunakan untuk mengatasi kolik, pilek dan demam, diare, rematik, kejang, menyembuhkan luka bakar, atau sebagai tonik.

Melihat luasnya penggunaan bandotan di berbagai wilayah di dunia, tak heran bila sampai sekarang pun tanaman ini terus dikenal sebagia herbal berkhasiat. Apalagi sekarang telah dilakukan berbagai riset dan penelitian ilmiah yang turut meyakinkan kita akan manfaatnya. Bagian berikut ini akan secara khusus membahas khasiat dari masing-masing bagian tanaman bandotan.

Menurut situs web IB HOME REMEDIES, seluruh bagian dari tanaman ini memiliki kemampuan sebagai anti-inflamasi dan anti-alergi. Selain itu, dilaporkan juga adanya kemampuan anti-diare, nematosida, anti-koagulan, relaksan otot polos, hemostatik, analgesik, anti-jamur, anti-bakteri, dan hipotermik. Berikut adalah kegunaan dari masing-masing bagian tanaman bandotan.

Ekstrak atau Sari Tanaman
Sari dari tanaman bandotan segar, atau ekstrak dari bandotan yang sudah dikeringkan, berkhasiat untuk pengobatan alergi rinitis dan sinusitis. Sarinya juga berguna untuk pengobatan perdarahan rahim pasca-melahirkan.
Akar Bandotan
Sari dari akar bandotan bersifat anti-litik, yang artinya bermanfaat untuk pengobatan batu ginjal atau penyakit endapan keras dalam tubuh lainnya.
Bunga Bandotan
Sari dari kepala bunga bandotan bermanfaat untuk mengobati kudis dari luar (eksternal). Sedangkan salep yang terbuat dari bunga bandotan bermanfaat untuk pengobatan rematik. Teh dari bunga bandotan juga berguna untuk meredakan batuk dan pilek.
Daun Bandotan
Daun bandotan dapat dikeringkan dan digerus menjadi bubuk lalu ditaburkan untuk menyembuhkan luka terbuka. Bubuk daun bandotan menyerap kelembapan dari luka dan membentuk lapisan di atas luka yang bisa diangkat setelah 1 – 2 hari. Khasiat daun bandotan juga digunakan untuk mengatasi demam tinggi.

Cara Mengolah Daun Bandotan

Untuk penggunaan obat luar, misalnya untuk mengobati luka atau bisul, caranya cukup dengan menggerus daun bandotan kering sampai menjadi bubuk. Bubuk ini kemudian ditaburkan secukupnya di atas luka terbuka yang ingin disembuhkan. Lalu balut dengan perban. Bubuk daun bandotan akan membentuk lapisan di atas luka yang bisa diangkat setelah 1 – 2 hari.